Bertani ala Organik di pusat Kota!


Petani Organik dari pusat Kota Jajarta
Umumnya bertani di ladang ataupun di sawahm namun untuk kali ini ternyata bertani bisadilakukan dipusat kota walau lahan yang cukup sempit namun tanaman tetap berkembang secara baik dan unggul

Jakarta,infokampun.wp.com (15/10) Beberapa hari yang lalu tim kami menyambangi di bilangan Mampang Prapatan IV ada salah satu warga yang memanfaatkan pekarangan rumahnya untuk dijadikan pusat pembibitan tanaman organik jenis tanaman meliputi sayur-sayura, Sawi,Bayam,Terong, Slada dll. 

Sultan (33) menuturkan awalnya hanya coba-coba membudidayakan berbagai jenis tanaman lantaran tertarik dari informasi yang ia dapat dari internet, sultan lalu mempraktekannya di pekarangan tepatnya belakang rumah, dari beberapa tanaman sudah terlihat tumbuh namun masih banyak kendala yaitu hama tikus, untuk hama yang satu ini agak sulit karena disini menerapkan sistem organik dari media tanam hingga penyemprotan menggunakan cairan organik. Sultan juga membuat eksperimennya yaitu,mengumpulkan air bekas cucian Beras lalu di endapkan sekitar 4-5 hari setelah itu dicampur dengan berbagai formula seperti, Terasi,Tape, Gula, nah ini ternyata untuk proses penghancuran kompos,atau komposter ”cairan ini tidak enak baunya tetapi sangat berguna terutama menghancurkan daun-daun bekas sisa atau daun tanaman yang sudah jatuh dari pohon, setelah di campur kemudian di diamkan untuk beberapa hari dan pupuk yang sudah siap di gunakan idealnya 1-1,2 bulan.

Menurut Sultan hasil sayur-mayurnya paling tidak untuk konsumsi sendiri sementara untuk sementara, namun katanya tidak menutup kemungkinan akan di jual di pasar-pasar tradesional yang lokasinya kebetulan dekat dengan rumah.

Saat di tanya mengapa memilih organik, menurut Sultan, organik adalah sumber pangan yang tidak berbahaya dan sangat aman dikonsumsi berbeda dengan tanaman yang dipupuk dan di semprot menggunakan pupuk atau pestisida, yang mengandung zat beracun. Menurut sumber yang didapat hasil proses sitesis tanaman ketika di semprot ternyata akan menghisap apa yang mengenai tubuh baik daun maupun batangnya, lalu kemudian menyatu dengan gen di tanaman tersebut, walau itu terjadi relatif kecil namun jika kita memakan bahan pangan yang dipupuk emnggunakan pestisida,kimia tentu lama-lama akan membawa dampak yang tak baik bagi kesehatan manusia. Untuk itu tanaman Organik layak dikembangkan dan dipasarkan, manun saat ini menjadi tren tersendiri bagi salah satu golongan selain mahal juga susah untuk mendapat bahan pangan yang memiliki sertifikat organik di pasaran.(S.F)

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s