Aksi,Solidaritas untuk Aktivis Anti Tambang & Petani Philipina!


Photografer by: Henri Ismail
Photografer by: Henri Ismail

Jakarta,13/12, infokampung.wp.com. Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) menggelar aksi solidaritas atas terbunuhnya Aktivis dan Petani di Philipina bebera waktu yang lalu. Aksi ini dipusatkan di Kedubes Philippina yang terletak di jalan Imam Bonjol No.6-8 Jakarta Pusat.

Dalam aksi tersebut mereka mengusung berupa poster yang bertuliskan ” STOP THE KILINGS, DONT GIVE BLOODY CHRITSMAS” juga membawa miniatur berupa pohon cemara yang diserahkan ke pihak kedubes sebagai simbul bahwa peristiwa tersebut memancing kemarahan dunia.

AKSI SOLIDARYTAS  UNTUK PETANI DAN AKTIVIS ANTI TAMBANG PHILIPINA

 

“DON’T GIVE BLOODY CHRITSMAS”

 

STOP THE KILLINGS

STOP LARGE SCALE MINING IN MINDANAO PHILIPINA

JAKARTA (13/12/2012). Tragedi pembunuhan terhadap petani dan aktivis anti tambang terus terjadi di Mindanao Philipina. Dua hari jelang peringatan Hak Asasi Manusia (HAM) Internasional 2012, seoarang petani dan 2 orang orang aktivis anti tambang dibunuh di tempat terpisah, tindakan brutal itu memancing kemarahan dunia.

Sebagaimana diketahui, petani dan organisasi rakyat menentang pelaksanaan proyek Dipido tambang emas-tembaga seluas 17.626 hektar di Kasibu, Nueva Vizacaya. Sebuah proyek tambang skala besar. Pembunuhan pada 8 Desember 2012 itu, menambah deretan panjang pembunuhan aktivis, sepanjang 2012 saja, sebanyak 15 aktivis lingkungan menjadi korban pembunuhan.

Pemerintahan Benigno Aquino III, terbukti tidak mampu meredam kekerasan yang telah berlangsung lama terhadap aktivis lingkungan dan pembela hak asasi – human rights defender(HRD). Bahkan sejak Benigno Aquino III menjadi Presiden, catatan pembunuhan terhadap aktivis mencapai 40-an orang lebih – Mindanao Peoples Statement, Nopember 2012. Ironisnya, kejadian pembunuhan 8 Desember lalu, disaat hampir seluruh dunia akan memperingati hari HAM.

Tak hanya itu, biasanya dibulan Desember sebagian besar rakyat Philipina sedang bersiap menyambut hari Natal. Menuju Natal, kesakralannya ternodai oleh tindakan brutal dalam membungkam para aktivis. Seolah-olah pengorbanan mereka layak untuk dilakukan sebagai Martir.

Kami masyarakat civil di Indonesia, turut berduka kepada korban pembunuhan, oleh karena itu, kami menyatakan sikap;

1.     Mengutuk keras segala tindakan yang mengakibatkan hilangnya nyawa. Khususnya cara-cara dilakukan dalam pembungkaman demokrasi kepada rakyat dan aktivis anti tambang.

2.     Menuntut pengusutan tuntas aksi pembunuhan, tak hanya berlaku pada peristiwa 8 Desember 2012, tapi juga kejadian-kejadian sebelumnya dalam menegakkan HAM.

3.     Hentikan segala kekerasan dan jadikan momentum hari HAM Internasional serta Natal sebagai rekonsiliasi atas praktek-praktek pelanggaran HAM di industri pertambangan Philipina.

Kontak;

Henri Ismail ,Hp.0852 1932 5501

Andrie S Wijaya, Hp.0812 9459 623

( JATAM, Poros, JPIC )

 

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s