Tambang Emas Tanpa Izin Juga Berdampak Sosial?


PONTIANAK, — Pertambangan emas tanpa izin marak di beberapa daerah di Kalimantan Barat. Keberadaannya tidak hanya menimbulkan dampak lingkungan, tetapi juga dampak sosial.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Kalimantan Barat Ary Pudyanti menjelaskan, secara ekologis, pertambangan emas tanpa izin (PETI) menyebabkan kerusakan lingkungan dan pencemaran sungai. Secara sosial, berkembang berbagai perilaku yang meresahkan masyarakat.

“Penanganan PETI harus dilakukan oleh berbagai pihak karena ini menyangkut hajat hidup penambang. Namun, dari segi penegakan hukum, polisi harus bertindak tepat,” ujar Ary, Selasa (19/2/2013).

Ketua DPRD Kalimantan Barat Minsen menjelaskan, dalam era otonomi daerah, penanganan PETI menjadi sulit. Pemerintah kota atau kabupaten harus ikut bertanggung jawab menertibkan keberadaan pertambangan itu.

“Namun, sering kali kelompok penambang mengancam tidak akan melanjutkan dukungan pada pilkada berikutnya kalau bupati atau wali kota menertibkan mereka. Kondisi seperti ini menjadi rumit,” ujar Minsen. sumber: www.kompas.com/19-2-13/ publish.infokampung-wp.com.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s