JATAM: Serukan Hentikan tindakan Kriminalisasi terhadap warga Pulau Bangka Minahasa Utara.


Hari Kamis dini hari, 17 Juli 2014, dua warga Desa Kahuku, Pulau Bangka, Sulawesi Utara, yakni Yulianus Tuhema dan Fandy Kaongan, ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh Polres Minahasa Utara karena diduga telah melakukan pengrusakan terhadap peralatan perusahaan tambang bijih besi PT. Mikgro Metal Perdana (MMP).

Kedua warga tersebut dijerat dengan pasal 55, 170 dan 187 KUHP terkait dengan kekerasan dan pengrusakan.

Penahanan keduanya berawal dari inisiatif warga Desa Kahuku melakukan pembacaan surat penetapan eksekusi yang dikeluarkan oleh Ketua PTUN Manado di depan basecamp PT. MMP, di desa Ehe. Surat penetapan eksekusi tersebut memerintahkan kepada Bupati Minahasa Utara untuk menjalankan putusan Mahkamah Agung 291 K/TUN/2013 yang mengamanatkan pencabutan IUP PT. MMP yang illegal. Namun upaya warga Desa Kahuku tersebut berujung ricuh karena mendapatkan perlawanan dari aparat TNI/Polri dan warga yang pro tambang. Setidaknya tiga warga Desa Kahuku mengalami luka parah di kepala akibat lemparan batu.

Mestinya, aparat Kepolisian sebagai instrumen penegak hukum, turut serta melaksanakan keputusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum (Inkracht) tersebut. Begitu pula Bupati Minahasa Utara, Sompie Singgal, dan Gubernur Sulawesi Utara, Sinyo Harry Sarundajang, yang justru mengabaikan perintah Pengadilan Tata Usaha Negara Manado Nomor W4-TUN2/78/HK 06 VI/2014 tanggal 26 Juni 2014, agar melaksanakan putusan No. 04/G.TUN/2012/PTUN.Mdo tanggal 30 Agustus 2013 jo. No. 165/B.TUN/2012/PT.TUN.MKS tanggal 01 Maret 2013 jo. No. 291 K/TUN/2013 tanggal 24 September 2013.

Akibat dukungan penuh dari Bupati Minut dan Gubernur Sulut, PT. MMP semakin besar kepala dan bersikeras tetap beroperasi dan melaporkan warga ke Polisi pasca kerusuhan 12 Juli 2014 dengan tuduhan pengrusakan.

Untuk itu kami menyerukan kepada rakyat Indonesia untuk mendesak pembebasan saudara Yulianis Tuhema dan Fandy Kaongan dari segala tuduhan yang disangkakan. Serta mendesak agar Bupati, Gubernur dan Kepolisian terkait, untuk menghormati dan melaksanakan keputusan pengadilan.

Kirimkan SMS dan surat desakan anda ke;

Kapolres Minut, AKBP Joko Winartono SIK, 081311029889.
Kapolda Sulut, Birgjen Jimmy P Sinaga, 08129452956.
Bupati Minut, Sompie Singgal, 0431-891111 (Fax/telp).
Gubernur Sulut, Harry Sarundajang, 08114301111.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s