Imaji di titik nol


Menjalankan aktifitas itu dimulai dari nol, setelah beberapa proses hasilnya bisa terlihat di kemudian hari.

gatrapurwa

Kuletakkan jemariku pada tuts keyboard komputerku. Mengambil nafas panjang dan mencoba menari mengikuti irama kata yang tertera dalam imaji. Namun jemariku kaku, seakan malas berjingkat dari satu huruf ke huruf lain. Diam…

Baru beranjak satu dua kata, jari kananku yang paling mungil itu iseng menekan backspace. Demikian berulang mewakili jalan pikiranku yang juga bergantian. Heran, kenapa bisa begini?

Kulayangkan lagi intuisi mimpi pada hari-hari indah berurai canda, pada sendu angin yang bertabuh, pada kata dan kalimat yang menyentuh, pada merdunya senandung rindu, pada angan serta harapan yang bertalu. Tergambar jelas di situ. Aku berayun di tengah asa yang memburu.

Kupejamkan mata, seraya mengecap kembali rasa yang pernah ada. Sekejap, yah… hanya sekejap. Kemudian hasrat membawaku kembali pada layar di hadapanku, ingin kuukir semua itu dalam melodi musikalisasi jemariku. Kucoba sekata, dua kata, lalu buyar lagi seperti sebelumnya.

Jemariku enggan menari, hatiku malas bernyanyi, mataku liar kesana kemari, entah apa yang…

View original post 159 more words

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s